9/10/2018

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Pentingnya Pemeriksan ANC (K1-K4)


Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Pentingnya Pemeriksan  ANC (K1-K4)

Topik                          : Pemeriksaan Kehamilan (ANC)
Sub Topik                  : Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan K1-K4
Tempat                       :
Hari/ tanggal             :
Waktu                         :
Sasaran                     : Ibu Hamil
Penyuluh                   : Mahasiswa            

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pemahaman peserta penyuluhan tentang Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan K1-K4 menjadi lebih baik.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan peserta mengetahui tentang:
1.  Definisi Pemeriksaan Kehamilan
2.  Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan K1-K4
3.  Dampak tidak melakukan pemeriksaan ANC
4.  Manfaat dilakukannya pemeriksaan ANC
5.  Jadwal Pemeriksaan ANC
C. Materi
Terlampir
D. Metode
1.  Ceramah
2.  Tanya jawab
E. Media
1.    Leaflet
2.    LCD


F.  Kegiatan Penyuluhan

NO
TAHAP
KEGIATAN PENYULUH
KEGIATAN PESERTA
WAKTU
1
Pembukaan
a.   Memberi salam dan perkenalan diri.
b.   Menjelaskan tujuan penyuluhan dan jalannya penyuluhan.
a.   Menjawab salam dan memperhatikan.
b.   Peserta mengerti dengan tujuan diadakannya penyuluhan
5 menit
2
pelaksanaan
Menjelaskan tentang materi penyuluhan secara teratur :
1.   Definisi Pemeriksaan Kehamilan
2.   Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan K1-K4
3.   Dampak tidak melakukan pemeriksaan ANC
4.   Jadwal Pemeriksaan ANC
Peserta menyimak dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan
15 menit
3
penutup
1.   Evaluasi
2.   Kesimpulan
3.   Memberi salam penutup dan terima kasih.
Bertanya dan mengulang kembali materi yang disampaikan secara singkat dan menjawab pertanyaan.
10 menit

G. EVALUASI
Jenis evaluasi : Tanya Jawab
Waktu              : akhir kegiatan
Kriteria Evaluasi :
1.   




MATERI
Pentingnya Pemeriksaan ANC (K1-K4)

1.   Defenisi pemeriksaan kehamilan (ANC)
Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang optimal. (Manuaba (2007)
Pemeriksaan kehamilan merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal, ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan selama kehamilan.

2.   Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan (K1-K4)
a.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu dan bayi.
b.      Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama ibu hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
c.      Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
d.      Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
e.      Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

3.  Dampak tidak melakukan pemeriksaan kehamilan
a.    Ibu hamil akan kurang mendapat informasi tentang cara perawatan kehamilan yang benar.
b.    Tidak terdeteksinya tanda bahaya kehamilan secara dini
c.     Tidak terdeteksinya anemia kehamilan yang dapat menyebabkan perdarahan saat persalinan.
d.    Tidak terdeteksinya tanda penyulit persalinan sejak awal seperti kelainan bentuk panggul atau kelainan pada tulang belakang, atau kehamilan ganda.
e.    Tidak terdeteksinya penyakit penyerta dan komplikasi selama kehamilan seperti pre eklampsia, penyakit kronis seperti penyakit jantung, paru dan penyakit karena genetik seperti diabetes, hipertensi, atau cacat kongenital.

5.   Tanda Tanda Bahaya Dalam Kehamilan
1.    Perdarahan pervaginam
2.    Mual muntah berlebihan
3.    Sakit kepala yang hebat
4.    Penglihatan kabur
5.    Nyeri perut yang hebat
6.    Gerakan janin berkurang
7.    Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
8.    Selaput kelopak mata pucat
9.    Demam tinggi
10.  Kejang
11.  Keluar air ketubah sebelum waktunya

4. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
kunjungan kehamilan diberi kode angka K yang merupakan singkatan dari kunjungan. Pemeriksaan kehamilan yang lengkap adalah K1, K2, K3 dan K4.
a.   K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan seorang ibu hamil sesuai standar pada Trimester pertama kehamilan dilakukan minimal 1 kali pada usia kehamilan kurang dari 14 minggu. Meliputi :
ü  Anamnesa
ü  pelayanan 10 T, yaitu :
v  Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
v  Ukur Tekanan Darah
v  Skrinning status imunisasi Tetanus dan berikan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bila diperlukan
v  Ukur tinggi fundus uteri
v  Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan
v  Test Laboratorium (rutin dan Khusus)
v  Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.
v  Nilai status Gizi (ukur lingkar lengan atas)
v  Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
v  Tata laksana kasus.

b.   K2 merupakan kunjungan ibu hamil dilakukan minimal 1 kali pada usia kehamilan 15 minggu – 28 minggu (trimester II) dan mendapatkan pelayanan 7T atau 10T setelah melewati K1. Tujuan K2 yaitu:
v Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan sebagainya) bertujuan untuk mendeteksi dan mewaspadai.
v Kewaspadaan khusus mengenai PIH (Hipertensi dalam kehamilan), tanyakan gejala, pantau TD (tekanan darah), kaji adanya edema dan protein uria.
v mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa.
c.   K3 dan K4 dilakukan minimal  2 kali pada usia kehamilan 29 minggu sampai 36 minggu dan mendapatkan pelayanan 7T atau 10 T setelah melewati K1 dan K2.
































DAFTAR PUSTAKA



http://greg-spog.com/pelayanan/pemeriksaan-kehamilan/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20037/5/Chapter%20I.pdf




No comments:

Post a Comment

jangan komen yang aneh-aneh