9/03/2018

Makalah Keperawatan Jiwa Defisit Perawatan Diri

BAB I
PENDAHULUAN


      1.1    Latar Belakang

Kurang perawatan diri pada klien dengan gangguan jiwa merupakan : suatu keadaan dimana seseorang mengalami kerusakan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan ( kegiatan hidup sendiri ).
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya. Defisit perawatan diri merupakan suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam melakukan/melewati aktivitas perawatan diri secara mandiri.
Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat dapat memenuhi kebutuhan personal hygienenya sendiri. Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan emosional klien. Selain itu,beragam faktor pribadi dan sosial budaya mempengaruhi praktik hygiene klien.
     12   Tujuan
Tujuan utama dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah Keperawatan Jiwa.Adapun tujuan lainnya yaitu:
a.      Mahasiswa mengetahui dan memahami defisit perawatan diri.
b.      Mahasiswa mengetahui dan memahami etiologi defisit perawatan diri.
c.       Mahasiswa mengetahui manifestasi klinis defisit perawatan diri.
d.      Mahasiswa mengetahui mekanisme koping defisit perawatan diri.
e.      Mahasiswa mengetahui dan memahami intervensi dari defisit perawatan diri dan dapat mengimplementasikannya.

BAB II
PEMBAHASAN

      2. 1   Pengertian
Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan diri.
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000). Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004).

 Defisit Perawatan Diri adalah suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalammelakukan/melewati aktivitas perawatan diri secara mandiri.
.
       2.2     Jenis-jenis Perawatan Diri
1.    Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan
Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri.
2.    Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias.
Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri.
3.    Kurang perawatan diri : Makan
Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan.
4.    Kurang perawatan diri : Toileting
Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri (Nurjannah : 2004, 79)
      
2.3    Etiologi
         Menurut Tarwoto dan Wartonah (2000) penyebab kurang perawatan diri adalah sebagai berikut :
      1.   Kelelahan fisik
      2.   Penurunan kesadaran
        Menurut Depkes (2002:20), penyebab kurang perawatan diri adalah :
       1.      Faktor predisposisi:
a.    Perkembangan
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu.
b.    Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
c.    Kemampuan realistis turun
Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.
d.    Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya situasi    lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri.
       2.      Faktor presipitasi
       Yang merupakan faktor presipitasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah / lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.
Menurut Depkes (2000 : 59) faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah :

a.  Body image
          Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri, misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.
     b. Praktik sosial
          Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri maka kemungkinan akan terjadi perubahan pada personal hygiene.
      
c.  Status sosial ekonomi
         Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampoo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
       d. Pengetahuan
          Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
       e.   Budaya
           Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan.
       f.  Kebiasaan seseorang
        Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, shampoo dan lain – lain.
       g.  Kondisi fisik atau psikis
           Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.

Dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene :
1. Dampak fisik
           Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik, gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku.
2. Dampak psikososial
            Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
     
     2.4    Tanda Dan Gejala
              Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah :
      1.   Fisik               
           a.       Badan bau, pakaian kotor.
           b.      Rambut dan kulit kotor.
           c.       Kuku panjang dan kotor.
           d.      Gigi kotor disertai mulut bau.
           e.       Penampilan tidak rapi.
      2.   Psikologis
           a.       Malas, tidak ada inisiatif.
           b.      Menarik diri, isolasi diri.
           c.       Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina.
     3.   Sosial
           a.       Interaksi kurang.
           b.       Kegiatan kurang
           c.       Tidak mampu berperilaku sesuai norma.
           d.      Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri
      
     2. 5   Mekanisme Koping
             1.      Regresi
             2.      Penyangkalan
             3.      Isolasi diri, menarik diri
             4.      Intelektualisasi
     2.6     Rentang Respon Kognitif
             Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah :
               1.    Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
                       a.       Bina hubungan saling percaya.
                       b.      Bicarakan tentang pentingnya kebersihan.
                       c.       Kuatkan kemampuan klien merawat diri.
                2.      Membimbing dan menolong klien merawat diri.
                        a.       Bantu klien merawat diri
                        b.      Ajarkan ketrampilan secara bertahap
                        c.       Buatkan jadwal kegiatan setiap hari
                3.      Ciptakan lingkungan yang mendukung
                  a.   Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk mandi.
                  b.   Dekatkan peralatan mandi biar mudah dijangkau oleh klien.
                  c.    Sediakan lingkungan   yang aman dan nyaman bagi klien misalnya, kama mandi yang dekat dan tertutup.

 2.7 Pohon Masalah
Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri






Isolasi social




Defisit perawatan diri : mandi, toileting, makan, berhias.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
                  Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannyaPemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat dapat memenuhi kebutuhan personal hygienenya sendiri. Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan emosional klien.

3.Saran
            Semoga Makalah ini dapat berguna bagi penyusun dan pembaca. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk pengerjaan berikutnya yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA


Carpenito, Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC.
Depkes. 2000. Standar Pedoman Perawatan jiwa.
Kaplan Sadoch. 1998. Sinopsis Psikiatri. Edisi 7. Jakarta : EGC
Keliat. B.A. 2006. Modul MPKP Jiwa UI . Jakarta : EGC
Keliat. B.A. 2006. Proses Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC
Nurjanah, Intansari S.Kep. 2001. Pedoman Penanganan Pada Gangguan Jiwa. Yogyakarta : Momedia
Perry, Potter. 2005 . Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
Rasmun S. Kep. M 2004. Seres Kopino dan Adaptasir Toors dan Pohon Masalah Keperawatan. Jakarta : CV Sagung Seto
Stuart, Sudden, 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. Jakarta : EGC
Santosa, Budi. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda, 2005 – 2006. Jakarta : Prima Medika.
Stuart, GW. 2002. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta: EGC.
Tarwoto dan Wartonah. 2000. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta.
Townsend, Marry C. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Perawatan Psikiatri edisi 3. Jakarta. EGC

No comments:

Post a Comment

jangan komen yang aneh-aneh