MAIN MAP STRIKTUR URETRA
Pengertian Striktur Uretra :
Striktur uretra adalah penyempitan lumen uretra
akibat adanya jaringan parut dan kontraksi. Penyakit ini lebih banyak terjadi
pada pria daripada wanita karena adanya perbedaan panjang uretra
INTERVENSI
|
RASIONAL |
1) Kaji
sifat dan derajat kenyamanan, jenis kelahiran, sifat kejadian ntrapartum,
lama persalinan, dan pemberian anastesi.
2) Beri
kesmpatan membicarakan pengalaman melahirkan dan beri ucapa selamat .
3) Beri
informasi yang tepat tentang perawatan post partum.
4) Pantau
perbaikan episiotomy, edema perineum atau hemoroid, dan berikan kompres es.
5) Kaji
adanya tremor pada kaki atau tubuh yang tidak dapat dikontrol. Berikan klien
selimut hangat yang tersedia.
6) Kaji
kepenuhan kandung kemih, waktu terakhir kemih dan perhatikan retensi cairan
selam prenatal.
7) Masase
uterus dengan perlahan dan kaji factor yang memperberat frekuensi ofterpain.
8) Anjurkan
penggunaan tekhnik pernafasan untuk relaksasi.
9) Ciptakan
lingkungan yang tenang dan anjurkan klien untuk beristirahat.
10) Berikan
anlgesik sesuai kebutuhan
|
1)
Membantu identifikasi factor
penyebab ketidaknyamanan.
2)
Memberi kesempatan menerima
kejadian intrapartum, meningkatkan rasa puas, harga diri positif, dan
kesejahteraan emosional.
3)
Mengurangi ansietas berkenaan
dengan rasa takut keran ketidaktahuan yang memperberat resepsi nyeri.
4)
Trauma dan edema meningkatkan rasa
ketidaknyamanan, es memberikan anastesi local, meningkatkan vasokontriksi,
dan menurunkan pembentukan edema.
5)
Tremor setelah melahirkan mungkin
berkenaan dengan bebasnya tekanan pada nervus pelvis secra tiba- tiba atau
berkenaan dengan tranfusi janin ke ibu yang terjadi karen pelepasan plasenta.
6)
Tirah bring intrapartum, mobilisasi
cairan paska melahirkan, dan pemberian infuse dapat menyebabkan dieresis dan
ketidaknyamanan.
7)
Meningkatkan kontraktilitas uterus,
distensi uterus berlebihan, rangsangan oksitosin, dan proses menyusui dapat
meningkatkan derajat afterpain karena kontraksi miometrium.
8)
Meningkatkan control yang dapat
menurunkan ketidaknyamanan karena afterpain.
9)
Ketenangan dan istirahat mengurangi
kelelahan karena proses kelahiran.
10) Analgesic
bekerja pada pusat otak lebih tinggi untuk menurunkan persepsi nyeri.
|
INTERVENSI
|
RASIONAL |
1) Anjurkan
klien untuk menggendong, menyentuh, memeriksa bayi.sentuhan yang dialkukan
lebih baik bersentuhan antara kulit ibu dengan kulit bayi.
2) Anjurkan
ayah untuk menggendong, menyentuh dan membantu dalam perawatan bayi sesuai
kondisi.
3) Observasi
dan catat interaksi bayi dengan keluarga.
4) Catat
prilaku yang menunjukkan kekecewaan atau kurangnya minat terhadap bayi.
5) Terima
keluarga dan saudara sekandung (sibling) dengan senang hati.
6) Jamin
privasi keluarga selama interaksi awal dengan baik.
7)
Anjurkan dan bantu pemberian ASI.
|
1) Kontak
fisik yang dekat segera setelah kelahiran, memudahkan proses ikatan dan
penerimaan bayi.
2) Membantu
memfasilitasi ikatan ayah dengan baik, ayah yang secara aktif berpartisipasi
dalam perawatan menyatakan ikatan khusus pada bayi.
3) Kontak
mata dengan mata, penggunaan posisi menghadap wajah, berbicara dengan suara
tinggi dan menggendong bayi menunjukkan adanya kedekatan.
4) Datangnya
anggota keluarga baru meski sudah diinginkan dan di antisispasi dapat
menciptakan masa disekiulibrium sementara.
5) Membantu
sibling untuk memulai proses adaptasi positif pada peran yang baru.
6)
Ibu, ayah dan bayi perlu waktu
untuk saling berdekatan.
7) Kontak
kulit dengan kulit selama pemberian ASI mempunyai efek positif dan sebagai
pertanda dimulainya tugas ibu untuk meningkatkan ikatan dengan bayi.
|
INTERVENSI
|
RASIONAL |
Mandiri:
1)
Tempatkan klien pada posisi rekumben.
2)
Kaji hal yang memperberat kejadian intrapartum.
3)
Perhatikan jenis persalinan, jumlah perdarahan, dan
lama persalinan kala II.
4)
Catat konsistensi dan lokasi fundus setiap 15 menit.
5)
Masase fundus dengan perlahan bila melunak.
6)
Bantu klien menempatkan bayi pada payudaranya bila
klien ingin menyusui.
7)
Kaji kepenuhan kandung kemih diatas simfisis pubis.
8)
Kaji jumlah, warna dan aliran lokia(lochea) tiap 15
menit.
9)
Kaji tekanan darah dan nadi tiap 15 menit
.
10) Periksa
perineum, kondisi perbaikan episiotomy, edema yang berlebihan dan ekimosis.
Kolaborasi:
11)
Berkolaborasi dengan dokter bila terdapat pendarahan
berlebih.
12)
Tinjau ulang kadar hemoglobin dan hematocrit.
13)
Mulai atau pertahankan infuse dengan larutan
isotonic.
14)
Bila perdarahan menetap berikan oksitosin .
15)
Periksa trombosit, fibrinogen, fibrin, masa
protrombin danmasa tromboplastin teraktivasi.
16) Ganti kehilangan
cairan dengan plasma atau darah.
17)
Batu dan persiapkan klien untuk tindakan medis,
seperti kuretase, evakuasi hematoma, perbaikan laserasi jalan lahir atau
histerektomi.
|
Mandiri:
1)
Mengoptimalkan aliran darah selebral dan memudahkan
pemantauan fundus dan aliran per vaginal.
2)
Persalinan yang berlangsung lama menyebabkan
kelelahan miometrium dan beresiko terhadap terjadinya otonia uteri partus
yang di rangsang dengan oksitosin perlu peningkatan jumlah oksitosin untuk
mempertahankan kontraktilitas miomitrium.
3)
Persalinan dapat menyebabkan hilangnya darah dan hal
ini dapat memobilisasi cairan ekstravaskular sehingga volume darah berkurang.
4)
Aktifitas miometrium menimbulkan hemostatis dan
menekan pembuluh darah endometrial.fundus harus keras dan terletak di
umbilicus.perubahan posisi menandakan kandung kemih penuh,tertahanya
darah,atau relaksasi uterus.
5)
Masase fundus dapat merangsang kontraksi uterus dan
mengontrol perdarahan.
6)
Isapan bayi dapat merangsang hipofisis posterior
untuk melepas oksitosin yang meningkatkan kantraktilitas uterus.
7)
Kandung kemih yang penuh menggangu kontraktilitas
uterus.
8)
Membantu mengidentifikasi laserasi yang potensial
yang menimbulkan perdarahan berlebih.
9)
Penurunan nilai sistolik dan diastolic secara
takikardia ringan bisa terjadi karena perpindahan cairan dan darah yang
diredistribusi kedalam darah vena.takikardil lanjut dapat di sertai
syok.bradikardial dapat terjadi secara normal sebagai respon terhadap
peningkatan curah jantung dan isi sekuncup serta hipersensifitas vagal
setelah kelahiran.
10)
Edema yang berlebihan dapat menghambat penyembuhan
luka episiotomy.perdarahan per vagina yang tidak tampak dapat menandakan
adanya pembentukan hematoma.
Kolaborasi:
11)
Mungkin di perlukan intervensi medis untuk mengatasi
masalah.
12)
Hemoglobin dan hematokrit yang rendah menyebabkan
klien kurang mampu menoleransi kehilangan darah dalam jumlah banyak.
13)
Meningkatkan volume darah dan menyediakan vena yang
terbuka untuk pemberian obat.
14) Merangsang
kontraktilitas miometrium dan mengurangi perdarahan.
15)
Perubahan dapat menandakan terjadinya koogulasi.
16)
Untuk meningkatkan volume sirkulasi dan mencegah
syok.
17)
Bila perdarahan tidak berhenti dengan tindakan
konservatif, maka pembedahan dapat diindikasikan.
|
![]() |